Menjelajahi Material Umum untuk Pengencang
Sebagian besar material pengikat terbuat dari baja. Sebagai seseorang yang bekerja di industri pengikat, penting untuk memahami perubahan, perbedaan, dan aplikasinya. Memahami berbagai jenis material yang digunakan untuk pengikat sangat penting untuk memilih yang tepat untuk aplikasi tertentu. Berikut adalah gambaran umum material pengikat umum, komposisinya, dan aplikasi tipikalnya:
Ⅰ. Baja Karbon
KomposisiBaja karbon terutama mengandung besi dengan sedikit karbon (biasanya kurang dari 1,7%) dan terkadang unsur lain seperti mangan, silikon, atau sulfur.
NilaiBaja karbon rendah (lunak), baja karbon menengah, baja karbon tinggi.
♦ Baja karbon rendah, juga dikenal sebagai baja lunak, memiliki kandungan karbon berkisar antara 0,10% hingga 0,30%. Baja karbon rendah mudah diproses dengan berbagai cara seperti penempaan, pengelasan, dan pemotongan, dan sering digunakan untuk membuat rantai, paku keling, baut, poros, dan lain-lain. Baja ini mencakup sebagian besar baja struktural karbon biasa dan beberapa baja struktural karbon berkualitas tinggi. Sebagian besar digunakan untuk komponen struktural teknik tanpa perlakuan panas, dan beberapa digunakan untuk komponen mekanik yang membutuhkan ketahanan aus setelah karbonisasi dan perlakuan panas lainnya.
♦ Baja karbon menengah adalah baja karbon dengan kandungan karbon 0,25% hingga 0,60%. Selain karbon, baja ini juga dapat mengandung sejumlah kecil mangan (0,70% hingga 1,20%). Berdasarkan kualitas produknya, baja ini dibagi menjadi baja struktural karbon biasa dan baja struktural karbon berkualitas tinggi. Baja ini memiliki kinerja pengerjaan panas dan pemotongan yang baik, tetapi kinerja pengelasannya buruk. Kekuatan dan kekerasannya lebih tinggi daripada baja karbon rendah, sedangkan plastisitas dan ketangguhannya lebih rendah daripada baja karbon rendah. Baja karbon menengah memiliki sifat mekanik komprehensif yang baik setelah pendinginan dan temper. Oleh karena itu, dalam berbagai penggunaan dengan tingkat kekuatan menengah, baja karbon menengah paling banyak digunakan. Selain digunakan sebagai bahan bangunan, baja ini juga banyak digunakan dalam pembuatan berbagai komponen mekanik.
♦ Baja karbon tinggi, yang sering disebut baja perkakas, memiliki kandungan karbon berkisar antara 0,60% hingga 1,70% dan dapat dikeraskan dan ditempa.
Kegunaan & Aplikasi Utama: Umumnya digunakan untuk pengencang serbaguna seperti bautkacang-kacangan sekrupdan baut. Keduanya menawarkan kekuatan yang baik dan hemat biaya. Perlakuan permukaan seperti pelapisan seng dapat diterapkan untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi.

II. Baja Tahan Karat
Komposisi: Paduan besi, kromium (kandungan kromium 12% hingga 30%), dan unsur-unsur lain seperti nikel, molibdenum, dan nitrogen. Kandungan kromium memberikan ketahanan korosi yang sangat baik.
Kromium adalah unsur dasar yang membuat baja tahan karat tahan korosi. Ketika kandungan kromium dalam baja mencapai sekitar 1,2%, kromium bereaksi dengan oksigen dalam media korosif untuk membentuk lapisan oksida yang sangat tipis (lapisan pasivasi diri) pada permukaan baja, yang dapat mencegah korosi lebih lanjut pada matriks baja. Selain kromium, unsur paduan yang umum digunakan meliputi nikel, molibdenum, titanium, niobium, tembaga, nitrogen, dll., untuk memenuhi persyaratan struktur dan kinerja baja tahan karat untuk berbagai penggunaan.
Jenis: Austenitik (misalnya, 201, 304, 316), Martensitik (misalnya, 410, 420), Feritik (misalnya, 430, 446).
Kegunaan & Aplikasi UtamaDigunakan di lingkungan yang sangat membutuhkan ketahanan terhadap korosi, seperti industri kelautan, kimia, dan pengolahan makanan. Juga cocok untuk aplikasi suhu tinggi.
Baja tahan karat tidak akan menyebabkan korosi, pengikisan, karat, atau keausan. Baja tahan karat juga merupakan salah satu material terkuat di antara material logam yang digunakan dalam konstruksi. Karena baja tahan karat memiliki ketahanan korosi yang baik, ia dapat menjaga integritas desain teknik komponen struktural secara permanen. Baja tahan karat yang mengandung kromium juga menggabungkan kekuatan mekanik dan elongasi tinggi, sehingga mudah diproses dan diproduksi komponennya.

Ⅲ. Baja Paduan
KomposisiMengandung persentase unsur paduan yang lebih tinggi (misalnya, kromium, nikel, molibdenum, vanadium) dibandingkan dengan baja karbon, yang meningkatkan sifat-sifat seperti kekuatan, kekerasan, dan ketangguhan.
Jika kandungan kromium dalam baja paduan mencapai sekitar 12%, oksida kromium padat akan terbentuk di permukaan baja, menyebabkan perubahan mendadak pada ketahanan korosi baja dalam media pengoksidasi dan sangat meningkatkannya. Unsur-unsur seperti kromium, aluminium, dan silikon dapat meningkatkan ketahanan oksidasi dan ketahanan korosi baja terhadap gas bersuhu tinggi, tetapi aluminium dan silikon yang berlebihan akan memperburuk termoplastisitas baja. Nikel terutama digunakan untuk membentuk dan menstabilkan struktur austenit, sehingga baja dapat memperoleh sifat mekanik, ketahanan korosi, dan kinerja proses yang baik. Molibdenum dapat dengan cepat mempasivasi baja tahan asam tahan karat dan meningkatkan ketahanan korosinya terhadap larutan yang mengandung ion klorida dan media non-pengoksidasi lainnya.
NilaiBerdasarkan kandungan unsur paduannya, baja paduan dibagi menjadi baja paduan rendah (kandungan 10%).
Kegunaan & Aplikasi UtamaDigunakan dalam pengencang berkekuatan tinggi untuk otomotif, kedirgantaraan, dan mesin berat, di mana dibutuhkan kekuatan tarik dan ketahanan aus yang lebih besar.
Ⅳ. Tembaga
Komposisi: Tembaga murni atau paduan dengan sejumlah kecil logam lain seperti timah (perunggu) atau seng (kuningan).
Tembaga, logam dengan kilau merah keunguan, memiliki kepadatan 8,92 g/cm³. Titik leleh 1083,4±0,2℃, titik didih 2567℃. Tembaga adalah salah satu logam tertua yang ditemukan oleh manusia dan salah satu logam murni terbaik. Tembaga agak keras, sangat kuat, dan tahan aus. Ia juga memiliki keuletan yang baik. Tembaga memiliki konduktivitas termal dan listrik yang baik. Tembaga dan beberapa paduannya memiliki ketahanan korosi yang baik dan sangat stabil di udara kering. Namun di udara lembap, lapisan tembaga karbonat basa hijau dapat terbentuk di permukaannya, yang disebut verdigris. Tembaga larut dalam asam nitrat dan asam sulfat pekat panas, dan sedikit larut dalam asam klorida. Tembaga mudah terkorosi oleh alkali.
Kegunaan & Aplikasi UtamaDikenal karena konduktivitas listrik dan ketahanan korosinya yang sangat baik. Pengencang tembaga dan kuningan sering digunakan dalam sambungan listrik dan aplikasi kelautan.
V. Aluminium
Komposisi: Aluminium murni atau paduan aluminium, yang mungkin mencakup unsur-unsur seperti tembaga, magnesium, silikon, atau seng.
Aluminium adalah logam putih keperakan mengkilap dengan kepadatan 2,702 g/cm³, titik leleh 660,37℃, dan titik didih 2467℃. Ia memiliki konduktivitas termal, konduktivitas listrik, dan daktilitas yang baik. Aluminium disebut sebagai unsur logam aktif, tetapi lapisan oksida yang tebal akan terbentuk di permukaannya di udara, mencegahnya untuk terus bereaksi dengan oksigen dan air. Ia dapat bereaksi dengan oksigen pada suhu tinggi untuk melepaskan sejumlah besar panas. Prinsip reaksi termit dapat diterapkan dalam produksi, seperti pengelasan rel baja, peleburan logam tahan api, dan pembuatan kembang api tradisional.
Kegunaan & Aplikasi UtamaRingan dan tahan korosi, sehingga ideal untuk aplikasi kedirgantaraan, otomotif, dan kelautan. Pengencang aluminium juga digunakan dalam konstruksi dan elektronik karena bobotnya yang ringan dan sifatnya yang non-magnetik.
Standar
• ISO(Organisasi Internasional untuk Standardisasi): Menyediakan standar internasional yang berlaku secara global.
• GB(Guobiao, Standar Nasional Tiongkok): Standar nasional Tiongkok.
• DARI(Institut Standardisasi Jerman): Standar Jerman, yang diakui secara luas di tingkat internasional.
• AISI/SAE(American Iron and Steel Institute / Society of Automotive Engineers): Standar Amerika, khususnya untuk baja.
• DIA (Standar Industri Jepang): Standar Jepang, sering digunakan di negara-negara Asia.
Setiap material memiliki keunggulan masing-masing dan dipilih berdasarkan persyaratan spesifik aplikasi, seperti kekuatan, ketahanan korosi, suhu, dan biaya. Penting untuk memilih material dan grade yang tepat untuk memastikan pengikat berfungsi dengan andal di lingkungan yang dimaksud.
Situs web kami: https://www.fastoscrews.com/
E-mail: info@fasto.cn










