Parameter Geometris Ulir
Memahami Parameter Geometris Utama
- Diameter Utama (D atau d)
Diameter mayor adalah diameter terbesar ulir, diukur pada puncak untuk ulir luar dan pada pangkal untuk ulir dalam. Diameter ini terutama menentukan ukuran keseluruhan baut atau sekrup. Kontrol yang akurat terhadap parameter ini memastikan ketepatan pemasangan dan kekencangan sambungan.
- Diameter Minor (D1 atau d1)
Diameter minor adalah diameter terkecil dari ulir, diukur di pangkal untuk ulir luar dan di puncak untuk ulir dalam. Diameter ini secara langsung memengaruhi kapasitas tarik ulir. Pembuatan diameter minor yang presisi sangat penting untuk mencapai pengikatan yang tepat antara ulir yang saling berpasangan.
- Diameter Jarak Pitch (D2 atau d2)
Diameter ulir terletak di tengah antara diameter mayor dan minor, dan merupakan titik di mana ketebalan ulir sama dengan jarak antar ulir. Diameter ulir sangat memengaruhi kecocokan antar ulir dan merupakan parameter penting untuk mengukur presisi ulir. Memastikan diameter ulir yang akurat menghasilkan stabilitas sambungan yang lebih baik.
- Nada (p) - Metrik
Jarak ulir mengacu pada jarak aksial antara puncak ulir yang berdekatan. Ini memengaruhi kecepatan perakitan dan presisi sambungan. Jarak ulir yang lebih besar mempermudah perakitan yang lebih cepat tetapi dapat mengurangi daya cengkeram, sedangkan jarak ulir yang lebih kecil memberikan sambungan yang lebih rapat dan presisi yang cocok untuk aplikasi beban tinggi.
- Sudut Ulir (α)
Sudut ulir adalah sudut yang terbentuk oleh kedua sisi profil ulir. Sudut umum meliputi 60° untuk ulir metrik dan 55° untuk ulir British Standard Whitworth (BSW). Sudut yang lebih besar meningkatkan gesekan, meningkatkan sifat penguncian sendiri, yang bermanfaat untuk sambungan yang stabil.
- Sudut Sisi (φ)
Sudut sisi adalah sudut antara sisi ulir dan garis yang tegak lurus terhadap sumbu. Desain yang berbeda memenuhi kebutuhan spesifik:
Ulir Segitiga: Cocok untuk pengencangan serbaguna dengan penguncian otomatis yang andal.
Ulir Trapesium: Ideal untuk aplikasi penahan beban berat seperti pemandu mesin perkakas.
Ulir Persegi: Efisien untuk transmisi daya karena gesekan rendah.
Ulir Bergerigi: Cocok untuk skenario pembebanan satu arah, seperti pada sistem hidrolik.
- Arah Benang
Ulir Kanan: Paling umum, kencangkan saat diputar searah jarum jam.
Ulir Kiri: Digunakan dalam aplikasi khusus di mana sifat anti-longgar diinginkan, seperti pada peralatan berputar tertentu.
Spesifikasi Umum untuk Pitch dan TPI
Memilih pitch atau TPI yang tepat sangat penting untuk memastikan kinerja optimal. Berikut adalah beberapa spesifikasi yang sering digunakan:
- Ulir Metrik (Pitch)
M3: 0,5 mm
M4: 0,7 mm
M5: 0,8 mm
M6: 1,0 mm
M8: 1,25 mm (kasar) / 1,0 mm (halus)
M10: 1,5 mm (kasar) / 1,25 mm (halus)
M12: 1,75 mm (kasar) / 1,5 mm (halus)
M16: 2,0 mm (kasar) / 2,0 mm (halus)
M20: 2,5 mm (kasar) / 2,0 mm (halus)

- Ulir Inci (TPI)
#4-40 UNC/UNF: 40 TPI (UNC), 48 TPI (UNF)
#6-32 UNC/UNF: 32 TPI (UNC), 40 TPI (UNF)
#8-32 UNC/UNF: 32 TPI (UNC), 40 TPI (UNF)
#10-24 UNC/UNF: 24 TPI (UNC), 32 TPI (UNF)
1/4-20 UNC/UNF: 20 TPI (UNC), 28 TPI (UNF)
5/16-18 UNC/UNF: 18 TPI (UNC), 24 TPI (UNF)
3/8-16 UNC/UNF: 16 TPI (UNC), 24 TPI (UNF)
Parameter geometris ulir sangat mendasar bagi fungsionalitas dan aplikasinya. Dengan memahami parameter ini dan memilih spesifikasi yang tepat, para insinyur dapat memastikan solusi pengencangan yang andal dan efisien yang disesuaikan dengan aplikasi tertentu. Baik memilih standar metrik maupun imperial, kombinasi pitch dan TPI yang tepat memastikan kinerja optimal dan umur pakai yang panjang di berbagai lingkungan industri.
Terima kasih telah membaca, jika Anda ingin melihat lebih banyak tentang apa yang kami tawarkan, Anda dapat mengikuti tautan di bawah ini!










